ABOUT ME

Dewi Hapsari Kurniasih, A.Md

Seorang anak transmigran di UPT Lunang Silaut Kab. Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Lahir di Tanjung Beringin tanggal 18 Desember 1978 dari Pasangan Sutrisno HS dan Suti Sutrisno, keluarga transmigran asal Njeblok, Tirtonirmolo, Bantul Yokyakarta Tahun 1974. Nama Mbak Dewi begitu biasa dipanggil tidak asing lagi di Lunang Silaut, karena biasanya ibu-ibu dan remaja yang hendak menikah sering berurusan dengan mbak Dewi. Bukan untuk mengurus surat nikahnya tapi busana pengantin untuk ijab kobul biasanya di desain dan dibuat mbak Dewi. Ibu-ibu tidak ketinggalan untuk dibuatkan busana kebaya, muslimah, pesta, dinas oleh mbak Dewi. “Saya nggak puas kalau baju saya nggak dibuat mbak dewi” begitu kata salah seorang pelanggan di Dewi Busana.

Ya tidak salah rupanya mbak Dewi berwirausaha dibidang busana, karena memang mbak Dewi mempunyai latar belakang pendidikan di Jurusan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang yang diselesaikanya tahun 2004. “Saya memang menyenangi usaha di bidang busana, karena memang saya senang mendesain busana khususnya wanita” jelas mbak Dewi ketika memberi alasan menekuni usaha ini. Disamping menyenangi juga pendidikan dan keterampilan saya memang di bidang busana. “Dalam pepatah bahasa Minang “bak jangguik pulang ka daguk” terang mbak Dewi yang telah fasih berbahasa Minangkabau.
Pendidikan Dasar di SD Inpres No. 6/75 Lunang lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Lunang Silaut, di SMP ini Dewi pernah menjadi Ketua OSIS selama dua tahun berturut-turut yang juga merangkap sebagai ketua Koperasi Siswa, selalu aktif dalam kegiatan Pramuka. Selanjutnya melanjutkan pendidikan di STM 1 Jetis Yokyakarta, namun karena tidak sesuai dengan bakatnya lalu pindah ke SMAN 1 Lunang Silaut hingga tamat. Di SMA ini juga dipercaya sebagai ketua OSIS. Melanjutkan ke AMIK Indonesia Jurusan DI Manajemen Perkantoran selanjutnya melalui jalur UMPTN diterima pada Jurusan Tata Busana Universitas Negeri Padang hingga tamat tahun 2004. Dikampus inilah mbak Dewi tertambat hatinya pada Sunardi yang sama sama mahasiswa asal Lunang Silaut.


Memulai Usaha Dengan Penuh Tantangan.

Sebenarnya bakat menjahitnya diturunkan dari ibunya Suti Sutrisno yang memang sejak 1975 telah memulai usaha menjahit dan kala itu hanya satu-satunya di Lunang Silaut. Dengan satu buah mesin jahit manual dan masih sederhana, kadang bila mesin jahit itu rusak ya harus berhenti usaha karena untuk memperbaiki jauh dari bengkel yang harus ke Padang yang berjarak 250 KM. Ketika mbak Dewi melanjutkan usaha ibunya ternyata juga tidak mudah dan liku.
Ketika memulai usaha mbak Dewi ternyata juga mengalami jatuh bangun, sehingga usaha ini pernah dihentikannya. Ketika saya memulai usaha busana di Lunang ternyata saya harus menghentikan usaha ini karena saya mengikuti suami saya yang dilantik menjadi anggota KPU Kabupaten Pesisir Selatan yang mengharuskan tinggal di ibu kota kabupaten di Painan, jelas mbak Dewi.
Pada tahun 2006 suami saya diterima sebagai CPNS guru pada SMPN 2 Tapan, ketika itu kami memutuskan untuk kembali tinggal di Lunang, jelas istri dari Sunardi, S.Pd, M.TPd. yang juga Ketua DPC PATRI Kabupaten Pesisir Selatan 2012-2017 ini.
Tahun 2007 mbak Dewi mencoba merintis kembali dengan berwirausaha dibidang busana dengan mendirikan toko sebagai tempat kerja dan berdagang. Awalnya saya membuka usaha saya belum fokus pada rumah mode dan bercampur dengan dagang pakaian serta mainan anak-anak. Setelah usaha berjalan kurang lebih tiga tahun usaha saya tidak berkembang, oleh karena itu saya evaluasi kembali usaha ini, dan saya berkesimpulan sebaiknya usaha ini lebih fokus pada desain dan pembuatan busana. Terang mbak Dewi yang anak mantan Kepala Desa Tanjung Beringin ini.
Setelah usaha saya fokus pada busana khusus wanita yaitu desain dan pembuatan busana pengantin, kebaya, seragam majelis taklim, muslimah dan batik, maka usaha saya mulai menunjukkan perkembangan yang baik.
Karena usaha saya dibidang jasa busana, maka kesulitan yang saya alami pada awalnya ialah memperkenalkan dan membangun kepercayaan pelanggan. Pada awalnya orang tidak percaya saya mampu mendesain dan membuat busana yang enak dipakai, bergaya dan moderen. Namun seiring berjalanya waktu kepercayaan itu mulai tumbuh dan saat ini saya mulai kewalahan menyelesaikan pesanan pelanggan. Pelanggan saya tidak hanya dari Lunang Silaut, tapi juga dari kabupaten bahkan Istri Bupati Pesisir Selatan juga buat busana di sini.

Mendirikan CV. Dewi Busana

Seiring dengan berkembangnya usaha busana maka mbak Dewi pada tahun 2010 mendirikan badan usaha dengan nama CV. Dewi Busana dimana mbak Dewi duduk sebagai Direktrisnya. Saya dirikan CV karena disamping pelanggan perorangan perusahaan saya juga menjadi rekanan dalam pengadaan busana dilingkungan pemerintah daerah. Saat ini karyawan berjumlah enam orang dengan peralatan mesin jahit sepuluh buah. Saya berusaha merekrut tenaga kerja di sekitar tempat usaha, khususnya wanita. Jelas mbak Dewi penuh semangat.
Ketika ditanyakan perihal bantuan dari pemerintah atau pihak lainya mbak Dewi menjawab “belum pernah dapat bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah, semua dengan modal sendiri, semoga nanti pemerintah bersedia membantu” harapnya.
Saya ingin mendirikan semacam galery batik, karena saya melihat perkembangan masyarakat yang semakin hari senang mengenakan batik. Saya ingin mengembangkan batik tanah liek yang merupakan batik dengan ciri khas Kabupaten Pesisir Selatan. Namun hingga saat ini belum tercapai karena batik tanah liek itu saat ini masih di Solo. Ya batik tanah liek hendaknya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, caranya batik itu harus diproduksi sendiri di Lunang Silaut agar prosesnya lebih kreatif dan mendekatkan dengan selera konsumen.

Mendorong Pemberdayaan Perempuan

Mbak Dewi mendorong upaya pemberdayaan perempuan. “perempuan hendaknya juga berpendidikan, mempunyai keterampilan untuk membantu ekonomi keluarga, jangan hanya menunggu” tegasnya. Karena keinginannya dalam pemberdayaan perempuan itulah ketika di tahun 2011 PNPM Mandiri Perdesaan menyelenggarakan program pelatihan menjahit untuk perempuan mbak Dewi ditunjuk sebagai pelatihnya tanpa ragu mbak Dewi langsung mengiyakan. Dalam pelatihan itu di latih sebanyak 40 ibu-ibu dan remaja putri untuk dua Desa yaitu Lunang dan Lunang Utara. Pelatihan dilaksanakan selama tiga bulan. “Saya berharap peserta pelatihan yang telah dilatih ini ada tindak lanjutnya dengan memberi mereka lapangan kerja”.
Juga pernah menjadi pelatih kerajinan tangan di Tempat Pengembangan Usaha pada Koppontren Darul Ulum Lunang yang merupakan proyek dari Kementrian Koperasi dan UKM.
Wanita pekerja keras ini, saat ini juga duduk sebagai pengurus DPC PATRI Kabupaten Pesisir Selatan sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan. Juga sebagai Pengawas Himpunan Wirausaha Transmigrasi (HW-Trans) KTM Lunang Silaut.
Mbak Dewi mempunyai dua orang anak yaitu Reyhan Rafsanjani (lahir 20 Juni 2002) dan Razi Hafiz Alghifari (lahir 2 April 2006). Ketika suaminya mengajak berdiskusi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, ketika itu mbak Dewi setuju dan mendukung sepenuhnya sehingga tahun 2011 suaminya di Wisuda pada Program Studi Magister Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Bengkulu. “saya dukung suami untuk meraih pendidikan terbaik” jelas mbak Dewi. Sekalipun sebagai wanita yang berwirausaha bagi mbak Dewi kewajibannya sebagai ibu rumah tangga juga menjadi yang utama dan tidak terlupakan.
Pada Tahun 2011 mbak Dewi yang dikalangan HW trans akrab dipanggail Kanjeng Mami ditunjuk sebagai Pendamping kegiatan HW Trans untuk KTM Lunang Silaut, menurutnya HW Trans mempunyai peran yang strategis untuk pengembangan usaha warga transmigrasi, disamping juga dapat menjadi wadah bagi wirausaha perempuan untuk terus maju. Sebenarnya banyak kaum perempuan yang mempunyai keamauan untuk berwirausaha, namun karena kurangnya informasi, ketrampilan dan jaringan usaha maka usahannya kurang berkembang, nah melalui HW Trans inilah saya berharap kendala-kendala dalam berwirausaha dapat dicarikan solusinya.
Ketika ditanyakan keinginannya untuk mencoba dunia politik dengan menjadi calon anggota legislatif, mbak Dewi secara diplomatis menjawab bahwa kemungkinan itu selalu ada, saya melihat dulu apakah memang ada dukungan dari masyarakat, kalau memang ada peluang kenapa tidak dicoba, jelas ibu dua anak yang kabarnya akan maju lewat PKB.
Saya berharap warga transmigran khusus dan masyarakat secara luas dapat terus menerus meningkatkan kesejahteraan melalui berwirausaha, harap mbak Dewi mengakhiri pembicaraan.

Badan Usaha
Kami merupakan badan usaha dengan nama CV. DEWI BUSANA yang berdiri berdasarkan Akta Notaris Markhalina Satrianita, SH No. 140  tanggal 25 Agustus 2010, Notaris di Painan Pesisir Selatan Sumatera Barat Indonesia. Tanda Daftar Perusahaan dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Pesisir Selatan No. 0305346 00196. Surat Izin Usaha Perdagangan No. 570/451/KPPM-PK/VIII/20

Direktris


Dewi Hapsari Kurniasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar